Minggu, 23 Februari 2020


**Fitrah πŸ’•Seksualitas**
Game Level 11
H-4

Bismillahirrohmaanirrohiim…




Assalamu’alaikum wrwb…
Alhamdulillah sudah hari ke-4, kal ini yang tampil adalah kelompok 1, dengan tema “Pemahaman Perbedaan Gender”.
Langsung aja hasil diskusinya yach 😊:

Pemahaman Perbedaan Gender

A.   Definisi Gender
Gender adalah karaktersitik perempuan dan laki-lakiyang dinetuk secara social, seperti norma, peran, hubungan antar kelompok perempuan dan laki-laki. Gender dalam masyarakat sangat bervariasi dan dapat diubah (WHO).

Jadi Gender adalah suatu “alat” untuk mengidentifikasi apakah yang bersangkutan laki-laki atau perempuan.
Sedangkan untuk mengidentifikasi apakah yang bersangkutan laki-laki atau perempuan tergantung dari sosial budaya yang terbentuk. Misal perempuan harus memakai anting, ada juga di tempat lain tidak harus. Laki-laki pakai gamis, pakai sorban, sementara di tempat lain mungkin diidentifikasi pakai celana panjang, pakai peci, dan sebagainya.
  
B.    Perbedaan Gender dengan Sex
Sex Adalah perbedaan badani/biologis perempuan laki2 yang di sebut kelamin

Seksual Adalah aktifitas seks yabg melibatkan organ tubuh baik (fisik /non fisik)

Fitrak Seksualitas:
Tentang bagaimana seseorang berfikir,merasa bersikap sesuai fitrah (lelaki /perempuan sejati )

Berikut perbedaan Sex dan Gender
Sex
Gender
Biologis, dibawa sejak lahir (nature)
Dibentuk oleh sosial
Tidak dapat diubah
Dapat diubah
Bersifat universal
Berbeda di setiap budaya
Sama dari waktu ke waktu
Beda dari waktu ke waktu

Penjelasan Sex Bersifat universal dan gender Berbeda di setiap budaya:
Kalo sex itu, karena mengacu pada biologis, jadi kalau laki-laki ya punye penis dll, kalau perempuan punya vagina dll. Dimana2 sama... Secara universal.

Kalau gender... Ada budaya yang misal perempuan harus memakai anting, ada juga di tempat lain tidak harus. Laki2 di suatu budaya harus memakai pakaian tertentu, di tempat lain tidak...

Analogi:
Ada laki2, secara biologis laki2, tetapi dia tidak merasa menjadi laki2 karena diperlakukan seperti perempuan, akhirnya jiwanya seperti perempuan.
Sex          : laki2
Gender    : perempuan

C.   Waktu Memberikan Pemahaman Tentang Gender
Pemahaman tentang gender sudah diajarkan yaitu ketika dokter menyampaikan hasil USG, orang tua kemudian menyiapkan segala perlengkapan bayinya sesuai jenis kelamin. Pengenalan gender PENTING dilakukan untuk membentuk kepribadian dan moral anak.

Dan selanjutkan dipahamkan sesuai perkembangan usia anak:
Umur
Dekatkan dengan
0-2 tahun
dekatkan dengan ibu, karena msih usia menyusui
3-6 tahun
dekatkan dengan ibu dan ayah
7-10 tahu
dekatkan sesuai gender, anak peempuan dengan ibu, laki-laki dengan ayah
11-14 tahun
(pre akil baligh):

dekatkan lintas gender: anak perempuan dengan ayah, anak laki-laki dengan ibu

D.   Tempat-Tempat untuk Memahamkan tentang Gender
1.    Di tempat umum
Dengan memakai pakaian sopan rapi dan menutup aurat (diberikan pengetahuan batasan aurat perempuan dan laki-laki) dan sesuai ketentuan misal acara bebas memakai pakaian bebas, jika acara yang membutuhkan seragam memakai seragam sesuai ketentuan, dan seterusnya.

2.    Di tempat khusus
a      Di toilet umum
Diberi pengertian kepada anak jika ada toilet khusus perempuan dan toilet khusus laki-laki (dengan memberi tahu simbol yang tertera di pintu toilet atau petunjuk toilet yang mengarahkan ke toilet perempuan/laki-laki)
    Tempat Wudhu
Diberi pengertian tempat wudhu perempuan dan laki-laki dipisah agar tidak terlihat aurat oleh yang berbeda gender
c      Kamar mandi rumah
Diberi pengertian jika mandi antara perempuan dan laki-laki tidak bersamaan, mandi sendiri sendiri. Sebisa mungkin balita perempuan dimandikan ibunya, balita laki-laki dimandikan ayahnya

E.    Cara Memperkenalkan Gender Pada Anak
1.    Lewat buku cerita
2.    Lewat film
3.    Bermain dress up
4.    Jelaskan secara sederhana
5.    Berika teladan

Alhamdulillah selesai…

Dapat ilmu baru terutama perbedaan sex dan gender…😍😍😍



Wassalamu’alaikum wrwb…

#hari4
#tantangan10hari
#level11
#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
@institute.ibu.profesional

**Fitrah πŸ’• Seksualitas**
Game Level 11
H-3


Bismillahirrohmaanirrohiim…


Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Assalamu’alaikum wrwb…
Malam ini diskusi hari ketiga tentang “Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas” oleh kelompok 4. Berikut adalah resume nya:
A.    Definisi Fitrah
Fitrah berasal dari kata Arab ”F-T-R” yang artinya membuka atau menguak (Wikipedia). Fitrah setiap manuasia akan mampu berkembang pada keadaan yang lebih baik, tanpa memandang lingkungan individua atau sosialnya. Karena pada hakekatnya, setiap manusi abercita-cita untuk mencapai kesempurnaan diri sesuai dengna sifat kelembutan dan kecerdasan intelektualnya.
B.     Definisi Sek, Seksualitas, Fitrah Seksualitas
1.      Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin (PKBI DIY)
2.      Seksual adalah aktifitas seks yang juga melibatkan organ tubuh lain baik fisik maupun non fisik (www.iac.or.id)
3.      Seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas yaitu dimensi biologis, sosial, psikologis dan kultural.  
a.      Seksualitas dari dimensi biologis berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin, termasuk menjaga kesehatan dan memfungsikan secara optimal organ reproduksi dan dorongan seksual.
b.      Seksualitas dari dimensi psikologis erat kaitannya dengan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual, identitas peran atau jenis, serta bagaimana dinamika aspek-aspek psikologis (kognisi, emosi, motivasi, perilaku) terhadap seksualitas itu sendi
c.       Seksualitas dari dimensi sosial dilihat pada bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia, bagaimana pengaruh lingkungan dalam membentuk pandangan tentang seksualitas yang akhirnya membentuk perilaku seksual.
d.      Seksualitas dari dimensi kultural menunjukkan perilaku seks menjadi bagian dari budaya yang ada di masyarakat. (sumber: PKBI-DIY)
e.  Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-lali sejati atau perempuan sejati (Ust. Hari Santosa)

C.    Dampak yang ditimbulkan apabila fitrah seksualitas ini tidak dibangkitkan adalah:
1.     Terhambatnya perkembangan kognitif anak
2.       Anak merasa kesepian
3.       Terbiasa menggunakan "bad words"
4.       Tidak dapat berbagi perasaan
5.       Merasa bebas melakukan apapun tanpa control
6.       Anak bingung dengan identitas gendernya
7.       Anak mudah terpengaruh lingkungan
8.       Pada usia akil baligh akan mencari pelampiasan
9.       Kehilangan peran ayah, ibu, ataupun keduanya

D.    Beberapa proses pendidikan fitrah seksualitas menurut Elly Risman:
1.       Usia 0-2 th: anak didekatkan dengan sosok Ibu (tahap awal penguatan konsepsi fitrah)
2.       Usia 3-6 th: anak didekatkan dengan kedua orang tua ibu dan ayah secara seimbang (tahap penguatan konsepsi gender)
3.       Usia 7-10 th: anak didekatkan dengan orang tua yang sejenis, anak laki-laki dekat dengan ayah, anak perempuan dekat dengan ibu (Tahap penyadaran konsepsi gender anak)
4.      Usia 11-14th: Anak didekatkan dengan sosok ibu/ayah yang berlawanan dengan gender anak (Tahap pengujian eksistensi).

E.     Peran orang tua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas:
1.      Menjadi role model yang baik, jika ingin anak a,b,c maka kita juga harus a, b, c juga
2.      Komunikasi dengan pasangan
3.   Menjelaskan value keluarga kepada anak, biarkan anak bercerita, luangkan waktu 10-30 menit tanpa disambi dengan kegiatan lain.
4.      Quality time bersama anak
5.      Berbicara yang lembut kepada anak
6.      Melakukan role play dengan anak
7.      Menggunakan media lain

Wassalamu’alaikum wrwb…

#hari3
#tantangan10hari
#level11
#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas

@institute.ibu.profesional

Jumat, 21 Februari 2020


**Fitrah πŸ’•Seksualitas**
Game Level 11
H-2


Menjaga Diri Dari kejahatan Seksual

Bismillahirrohmaanirrohiim…



Assalamu’alaikum wrwb…
Alhamdulillah hari kedua adalah kelompok 6 yang tampil, yaitu kelompok saiyya hi3…dengan persiapan sedanya, karena masing-masing anggota kebetulan diwaktu yang bersamaan dengan jadwal manggung adalah pas dengan jam “sibuk” kami…

Buat Ppt aja mahrib sebelum tampil, buat flyr juga…nah pas juga sinyak tidak bersahabat, jadi Ppt yang tadi ada 2 versi yaitu versi biasa dan video akhirnya versi biasa saja…dan pdf saja akhirnya…
Perjalanan buat pdf sama ppt juga tidak selancar jalan tol, alias ada aja kendalanya. Misalkan ada Baby yang minta dibacain buku, minta ditemenin, eh sinyal hilang dan sebagainya…
Hahaha…nah serunya tuh di situ…
Ah malah curcol sih…gpp ya buat refresing…memenuhi 2000 kata perhari…😍😍😍

Langsung yuk ke pembahasan malam ini adalah tentang “Cara Menjaga diri dari Kejahatan Seksual”.
Ada 2 kategori cara menjaga diri tersebut, yaitu untuk anak-anak dan untuk orang dewasa.
Untuk anak-anak yang menjaga adalah orang tua. Jadi yang ditekankan adalah bagaimana orang tua menanamkan ke anak untuk menjaga diri mereka dari kejahatan seksual sejak dini.

Berikut adalah paparan secara lengkapnya.

  
Menjaga Diri Dari kejahatan Seksual

Pelecehan seksual adalah perilaku atau perhatian yang bersifat seksual yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki serta berakibat mengganggu diri penerima pelecehan. Pemaksaan melakukan kegiatan seksual, pernyataan merendahkan tentang orientasi seksual, permintaan melakukan tindakan seksual yang disukai pelaku, ucapan, atau perilaku yan berkonotasi seksual, semua dapat digolongkan sebagai pelecehan seksual (Triwijati, 2007)

A.      Menjaga Diri Dari kejahatan Seksual Bagi anak-anak
Definisi anak-anak
UUPA No. 23 Tahun 2002:
“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan (Anak juga memiliki hak asasi manusia yang harus diakui dan dihargai oleh masyarakat”
Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak semua lapisan masyarakat dituntut ikut berperan aktif dalam melindungi anak-anak Indonesia tidak terkecuali pihak sekolah dan lapisan masyarakat luas.
Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 45B ayat 1:
“pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan orangtua wajib melindungi anak dari perbuatan yang mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak”. Dalam penelitian ini yang di maksud perlindungan anak lebih spesifik pada perlindungan anak terhadap kekerasan seksual.

Karena anak-anak masih dalam pengawsan orang tua maka orang tualah yang bertanggung jawab terhadap keselamat anak-anaknya.
Berikut adalah hal-hal yang dapat orang tua lakukan untuk membuat anak sadar bahaya pelecehan seksual:
a.      Secara Intern
1.      Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya
Memperkenalkan anggota tubuh sedini mungkin dan penamaan yang tepat untuk genitalia anak, seperti “payudara, penis, vagina”. Tidak tepat jika memperkenalkannya dengan nama lain bertujuan untuk memperhalus. Dengan memperkenalkan secara benar maka anak dengan akurat menceritakan jika ada yang melecehkan mereka.
Seiring usia, jelaskan juga fungsi dan bagaimana menjaganya.
Mengajarkan tentang anatomi tubuh merupakan informasi sederhana tentang seks. Pengetahuan tentang sex diberikan sedini mungkin pada anak baik secara formal maupun non formal. Selanjutnya ajari anak 3L sebagai upaya pencegahan dari pelecehan seksual:
a)      Latih anak tentang anatomi tubuhnya
b)    Larang  orang  lain  untuk menyentuh, meraba, dan melakukan apapun     dibagian organ seksual
c)      Lapor  pada  orang  tua atau  guru  jika pelecehan tersebut  terjadi,

2.      Ajarkan anak mengenai Batasan
Anak harus tahu bahwa tubuhnya adalah milik pribadi, sehingga punya hak untuk menentukan apa yang bisa dan mereka lakukan terhadap tubuh mereka sendiri.
Ajari pula area tertentu yang tidak boleh dilihat dan yang tidak boleh disentuh. Beri tahu juga ada perlakuan khusus seperti dokter yang boleh melihat atau menyentuh untuk kesehatan mereka dan temani mereka ketika periksa.
Sejak usia 9 bulan, ajarkan bahwa ia memiliki bagian tubuh yang spesial.
3. Ajarkan anak untuk menghormati tubuhnya dengan mengajarkan mereka menghormati tubuh orang lain.
4.    Rawat rasa malu yang fitrahnya ia rasakan ketika bagian tubuh itu terlihat orang lain. Jika akan membantunya memakaikan pakaian, minta izin saudaranya yang lain untuk tidak melihat.
Untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi, jelaskan lebih detail
5.  Ajarkan anak untuk tidak melakukan apapun terhadap orang lain jika orang tersebut tidak menginginkannya.
6.     Hormati keinginan anak, dan pastikan mereka mengetahui bahwa tidak siapapun termasuk orang tua, punya hak untuk menyentuh mereka tanpa seijin mereka. Tanyakan anak jika mau menyentuh mereka dan minta ijin dahulu.
7.    Ajarkan Mana sentuhan yang baik dan yang tidak baik
Sebelum berusia 3 tahun, bantu anak memahami 3 jenis sentuhan.
Gunakan lagu ini (lihat vidio) sebagai alat bantu.
8.     Ajarkan Mana yang termasuk pelecehan seksual (fisik, non fisik ataupun verbal)
9.  Ajarkan anak agar mampu berkata TIDAK, ENGGAK MAU, atau JANGAN BEGITU!
10. Ajari anak untuk tidak menyimpan rahasia
11. Percayai kata-kata anak Anda
12. Ajari anak Anda untuk berfikir kritis tentang hal yang berkaitan kekerasan
13. Ajari cara kabur dari keadaan yang tidak nyaman
14. Selalu dampingi anak di kehidupannya
15. Tanamkan nilai-nilai agama yang kuat dalam rumah

b.      Ekstern
yaitu dengan cara mengontrol, dan mengawasi anak, selain dari tiga unsur ranah tumbuh kembang anak (keluarga, sekolah, masyarakat) ada beberapa lembaga lain yang turut melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak seperti Pemerintah desa, kepolisian dan Lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

B.      Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual Bagi orang dewasa
1. Sikap
2. Penampilan
3. Keberanian
4. Ketegasan
5. Kemampuan membela diri
6. Hindari berduaan dengan lawan jenis
7. Menghindari daerah/ jalan yang gelap / sepi
8. Menghindari tontonan yang bisa menimbulkan hasrat seksual Pertahanan diri
9. Siapkan alat-alat yang dapat membantu jika dalam bahaya (semprotan merica, pengejut listrik, kunci inggris, dll)








Triwijati, N. K. E (2007). Pelecehan Seksual: Tinjauan Psikologis. Surabaya: Universitas Surabaya

Peran Keluarga Sekolah Dan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak di Desa Astanajapura Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon Meliyawati (Mely), Suryadi, Sitti Faoziyah (Fauziyah)



Wassalamu’alaikum wrwb…




#hari2
#tantangan10hari
#level11
#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
@institute.ibu.profesional